Judul di atas merupakan perspektif saya saat mendengar CD
yang sudah berulang kali diputar di gawai. Dentuman alat musik hasil kolaborasi
Page, Plant, Jones, dan Bonham serasa akrab di telinga saya dua tahun belakangan
ini. Benar, Led Zeppelin. Bisa dibilang Band Inggris 70-an tersebut adalah
salah satu grup yang paling berpengaruh di dunia hard rock. Bahkan VH 1
mengganjarnya sebagai urutan pertama hard rock band yang paling berpengaruh di
beberapa dekade terakhir.
foto: assets.rollingstone.com
Led Zeppelin
Berawal dari keempat personil yang tadinya sudah punya jam
terbang tinggi di panggung musik.Gitaris
Jimmy Page, saat itu bermain
bersama The Yardbirds, band yang membesarkan nama sekelas Eric Clapton dan Jeff
Beck. The Yardbirds merupakan salah satu
band dengan jadwal tersibuk di Britania Raya saat itu.
foto: innocent words.com
Jimmy Page
Begitu juga John Paul
Jones yang sukses sebagai arranger
rekaman Donovan dan The Rolling Stones. Perlu diketahui tidak hanya bass, John
Paul Jones juga ahli memainkan Hammond-organ serta piano.
foto: superhypeblog.com
John Paul Jones
Mereka berdua
mengajak drummer yang pada waktu itu sering mengiringi Tim Rose’s touring band,
John Bonham. Bonham sering tampil
tanpa menggunakan microphone saat di panggung. Dia beralasan bahwa dapat
menggebuk drum set-nya lebih kencang melebihi drum set
with microphone. Memang unik musisi yang satu ini.
foto: www.drummagazine.com
John Bonham
Terakhir, mereka sepakat
menggaet Robert Plant yang sudah
terkenal sebagai “one of England’s outstanding
young blues singers.”
foto:imstars.com
Robert Plant
Tahun 1968 adalah tour pertama Led Zeppelin di Amerika. Press release issue saat itu menyebut
band ini kelak akan menyamai kesuksesan Jimi Hendrix maupun Cream sekalipun.
Tidak heran dalam setiap konser tur-nya tiket selalu habis terjual. Tahun 1970,
mereka meluncurkan dua album Led Zeppelin
I dan Led Zeppelin II, yang
nantinya akan menjadi tulang fundamental dari hard rock dan heavy metal untuk
empat dekade setelahnya.
foto: assets.rollingstone.com
“Stairway to Heaven” adalah salah satu karya Led Zeppelin
yang saya suka. Lagu dengan durasi delapan menit yang berisi lirik sinis, dan
Led Zeppelin berhasil membawakannya dengan khas. Karya ini bercerita tentang sebuah sindiran
untuk wanita yang mampu mendapatkan apapun yang dia inginkan sepanjang waktu
tanpa berpikir panjang.
25 September 1980,kesedihan menghampiri Led Zeppelin saat
mereka harus rela kehilangan drummernya, John Bonham yang ditemukan meninggal
di rumah Jimmy Page akibat kecanduan alkohol. Semenjak saat itu mereka
memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan Led Zeppelin.
Led Zeppelin tetaplah Led Zeppelin.
Keputusan tidak
melanjutkan Led Zeppelin menurut saya sangat terhormat. Page, Plant, dan Jones
ingin memberi apresiasi kepada drummernya,Bonham. Seakan ingin berkata , “Led
Zeppelin tidak akan lanjut tanpa kamu di bangku drum-mu.”
Led Zeppelin tetaplah Led Zeppelin.
Mereka tetaplah
sekawanan musisi asik dan penuh karisma. Membuat saya merasa beruntung dan
bersyukur masih bisa menikmati karyanya sampai sekarang.
foto: assets.rollingstone.com
The
band is gone. The thrill is not.
Bryansetio








