Ini hari pertama saya di Solok. Sebuah kabupaten asri di dataran
tinggi Sumatera Barat yang airnya sedingin es. Danone Aqua menghantarkan saya sampai di tempat ini. Tidak pernah
terlintas di benak saya untuk bekerja di Solok. Lahir di Solo, SMA di Jogja,
kuliah di Semarang, dan sekarang giliran Solok yang saya singgahi.
Sumber:dokumen pribadi
Siang ini, Pak Wan yang diberi tugas Danone Aqua untuk menjemput saya di Bandara Minangkabau Padang,
menawarkan untuk makan siang dengan menu rendang belut. Astaga, jika suatu hari
saya harus meninggalkan Solok, bisa jadi rendang belut-lah yang paling tidak
tega untuk saya tinggalkan.
Ueenak sekali, masakan ini..
Rempah khas ranah minang bercumbu dengan lidah jawa saya
siang itu.
Sesampai di
kos, Bu Masni (ibu kos saya) mempersilahkan saya untuk beristirahat, sebelum
sorenya jalan kaki di sekitar kos untuk melihat tempat tinggal yang akan
menemani paling tidak 4 bulan ke depan. Namun, sambutan ramah Bu Masni berbanding
terbalik dengan sambutan listrik di Solok. Belum genap satu malam di sini,
pukul 19.30, listrik padam. Gila, pikir saya. Apa setiap malam Solok selalu
terjadi pemadaman listrik seperti ini? Signal HP saya sama sekali tidak
terlacak. Laptop low batt. Tapi tak apalah. Kalo hanya gelap bukan halangan
besar bagi saya untuk beraktivitas. Bahkan tulisan ini saya tulis di bawah
temaram sebatang lilin yang saya beli 1 km dari kos.
Sumber : Dokumen pribadi
Ahh… barangkali ini arahan bagi saya agar segera beristirahat
supaya esok segar untuk menjalani Senin pertama di Solok.
Good night.
Bryansetio
Nb: diketik saat signal kebetulan terbit, menjelang
matahari terbenam
Selasa,3 Mei 2016, 18.00 WIB,at Danone
Aqua Solok Office.

