Selama
ini, hanya masakannya yang sudah sering saya makan. Sudah tidak asing lagi
dengan istilah rendang, dendeng, atau ayam pop. Namun hanya sebatas makanan
saja. Padang, menjadi kota pertama di
Sumatera yang saya tapaki. Petualangan ke Sumatera pada kali ini memiliki destinasi
utama yaitu mengunjungi Taman Nasional Kerinci Seblat.
foto: dokumentasi pribadi
Kerinci
merupakan salah satu kabupaten di perbatasan Jambi dengan Padang, yang memiliki
puncak tertinggi 3805 mdpl di Gunung Kerinci.
Dari bandara Minangkabau Padang, masih ditempuh 8jam perjalanan menggunakan Travel ke Desa
Kersik Tuo, Kecamatan Gunung Tujuh , Kabupaten Kerinci.
foto: dokumentasi pribadi
Ah, rasanya tidak perlu saya ceritakan
bagaimana indahnya alam Kerinci. Pasti Path, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya di bulan Agustus ini sudah penuh dengan posting tentang eloknya
pemandangan gunung-gunung di Indonesia.
Maraknya pendakian di Hari Kemerdekaan
sudah menjadi acara tahunan di puncak-puncak tertinggi nusantara.
Namun kali ini saya ingin memberikan segi
pandang lain dari perayaan hari kemerdekaan di Puncak Gunung. Permasalahan
klasik yang tidak kunjung usai, yaitu tentang sampah.
foto: dokumentasi pribadi
foto: dokumentasi pribadi
Oke, silahkan mau menyebut dirinya pecinta alam,
atau sekedar pendaki gunung itu rasanya lebih tepat . Disamping semua itu
sampah masih saja banyak digeletakkan di puncak ataupun lereng gunung. Salut, kepada teman-teman yang
sudah memperlakukan sampahnya dengan baik saat mendaki.
Ada beberapa tips tentang pengendalian sampah,
hasil diskusi saya dengan teman-teman yang sudah sering mendaki gunung namun
belum mau disebut pecinta alam:
1. Saat mendaki, bawa trashbag (kantong sampah)
untuk membawa turun sampah sisa pendakian.
Bawa turun buang pada tempatnya, dan sebisa mungkin tidak dibakar.
foto:komunitas gimbal
2. Jika teman-teman pendaki memiliki sampah yang
dapat terurai saat mendaki, seperti sayuran, makanan basah, sisa buah, dan merasa
berat saat hendak membawanya turun, tidak ada salahnya menguburnya dengan tanah
di sekitar tempat berkemah.
Karena logikanya, sisa-sisa sayuran,buah, atau sampah lain yang mudah
terurai, jika dipendam akan menjadi humus.
Ingat, ini hanya berlaku untuk sampah organik lho.
3. Ingatkan dan beri solusi pendaki-pendaki lain
yang membuang sampah sembarangan.
4. Saat mendaki, bawa perlengkapan se-efisien
mungkin, tidak perlu membawa barang-barang yang
berlebihan seperti boneka,mantel bulu,atau atribut-atribut lain yang memakan
tempat di tas carrier.
Saya pribadi bangga melihat teman-teman yang sudah berani
mendaki puncak-puncak tertinggi Nusantara, dan merasa sangat berterimakasih
kepada yang penuh tanggung jawab membawa sampahnya turun untuk dibuang pada
tempatnya.
Salam hangat.
Bryansetio
Bryansetio

Pertamax!!!
BalasHapusKeduax!!
BalasHapusHehe. Terima kasih nggun va, sudah mampir.
BalasHapusNgerinci lu yo?
BalasHapuscuma sebentar ger..hehe. Gimana pendakian terakhir? terima kasih sudah dibaca.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus17 Agustusan? Berjubel juga pendakinya ger?
HapusAwal agustus sih.. 17an ga betah yo rame nya
HapusLebih sedih lagi tepat di jalur pendakian banyak ranjau buatan dan buang ranjau kena ranjau orang mz huhu
BalasHapusranjau gimana mas vincen?
BalasHapuskotoran manusia mas....cuma ditutupin tissue basah atau bahkan masuk plastik terus ditinggal
BalasHapushahaha.. nah bener cen, yo iyo sih kotoran juga bisa terurai, tapi bau juga ya kalo ditinggalin atau cuma ditutup tisu. Teknisnya harus dikubur ya kalo kotoran..?
BalasHapushttp://m.detik.com/travel/read/2015/05/28/162331/2927818/1048/6/lakukan-5-hal-ini-kalau-ingin-bab-saat-naik-gunung mungkin bisa jadi referensi ya mz...tau karena membaca, sok tau karena salah membaca, huhu
BalasHapusreferensinya bagus mas vincen! dan ditambahkan, tisunya jangan ditinggal. hahaha
BalasHapusTiyo the travel blogger saiki og.. ntap!
BalasHapuswah lagi satu postingan bang. haha.
BalasHapussebagai blogger yang lebih senior boleh lho bang mail, ngasih komentar seputar konten,cara penulisan, topik, atau apapun mengenai blog baru ini. Terima kasih sudah membaca