Minggu, 29 November 2015

Spesial untuk Umur Satu Tahun

Kebetulan teman-teman kontrakan sudah tidur ya menulislah yang sering jadi jembatan saya untuk refleksi buah pikir.

Bicara mengenai spesial, ada sebuah cerita. Cerita tentang seseorang yang spesial dan membuat banyak belajar darinya. Manusia lahir ke dunia ini dengan karakter dan kondisinya masing-masing. Alangkah kreatif penciptanya sehingga membuat mereka manusia berbeda satu sama lain.

Manusia terdoktrin sebagai makhluk yang cerdas sehingga mereka mampu menciptakan faham dan kebiasaanya sendiri. Kebiasaan yang cenderung malah membuat mereka tampak sama,padahal awalnya diciptakan berbeda. Kecenderungan untuk berusaha mencapai tingkat kehidupan yang lebih sejahtera. Bahkan dekade ini hadir dengan membawa berbagai macam media sosial yang membuat manusia memiliki “tambahan visi” agar ingin dilihat orang lain. Lagi-lagi cenderung mengejar kesamaan.

            Uniknya beberapa waktu yang lalu saya tertarik dan memilih untuk mengenal sudut pandang spesial yang melekat pada diri seseorang. Sudut pandang yang sering berbeda. Ya. Aneh! Tapi menyenangkan sekali bertemu manusia semacam itu.  Dia banyak belajar dari apapun,dari siapa pun, dan di manapun. Saya adalah orang yang banyak bicara dan dia banyak mendengarkan. Saat banyak mencari,dia perbanyak memberi.

Lalu dia apa? Bukan Manusia? Tidak, bukan seperti itu maksudnya. Tidak pernah menganggap dia seperti manusia pada umumnya. Kenapa? Karena dia berbeda. Tidak umum. Jauh dari kata umum. Tapi sangat dekat dengan kata biasa. Dia adalah manusia biasa. Sangat biasa, sangat sederhana, dan saya memanggilnya enggar.
Happy Anniversary.



Bryansetio

Rabu, 25 November 2015

Darimu Guru

Lagi-lagi curi waktu di sela mengerjakan tugas akhir sarjana saya. Karena ini adalah Hari Guru, teringat tentang guru-guru yang pernah mengajarkan  banyak hal mengesankan yang masih saya ingat sampai detik ini.

Guru itu apa sih? Guru adalah manusia yang punya tanggung jawab untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya ke orang lain. Jadi secara langsung kualitas suatu sumber daya manusia banyak dipengaruhi oleh kualitas pendidikan yang dialaminya. Dan guru jelas jadi manusia di garda depan pendidikan yang berhubungan langsung dengan murid yang diajarnya.

Apa guru itu hanya mengajarkan matematika, fisika, sosiologi? Kalau mengajarkan cara masak? Mengajarkan caraku mencintaimu? Halah.

Tentunya ada batas yang jelas di sini. Saat seseorang mengajarkan ilmu nya ke orang lain, beliau layak disebut guru. Perkara mengajarkannya secara tulus atau hanya mengejar tunjangan sertifikasi guru, bisa dilihat dari kualitas anak didiknya,kok.

Saya punya banyak kenangan yang berkesan saat berhubungan dengan guru-guru. Guru Matematika  SMP saya,  Pak Sarno. Sosok lugu, tinggi, yang sering saya lihat turun dari bus kota dengan baju safari-nya. Kenapa Pak Sarno berkesan?  Pak Sarno adalah guru matematika kelas 3 SMP saya. Guru yang terakhir kali  pernah memberi nilai 100 saat ulangan matematika. Ini sangat berkesan, karena memang bagi saya dari dulu sampai sekarang sangat jarang mendapat nilai 100. Bahkan saking jarangnya, masih ingat kapan terakhir kali nilai 100 didapat.

Oke lah, itu singkat tentang pengajaran Pak Sarno.   

Guru berikutnya yang sangat berkesan adalah Bu Yanik dan Pak Bambang. Beliau-beliau ini merangkap job desk sekaligus sebagai orang tua saya. Kebetulan bapak ibu saya adalah pengajar. Ibu adalah seorang guru SMA, dan Bapak berprofesi sebagai seorang instruktur mesin. Jadi ya hobinya sharing ilmu.

Ibu dengan seragam guru-nya

Kalau bisa dibilang, Ibu adalah guru yang tidak pernah menuntut saya untuk menjadi orang yang pintar. Di lain sisi, Ibu hanya minta tolong agar putra putrinya jadi manusia yang jujur dan berguna untuk lingkungan sekitarnya. Karena memang menurut prinsip hidup beliau, someday kejujuran akan jadi salah satu skill yang "mahal". Sebab tidak banyak orang yang memilikinya. 

Begitu pula dengan bapak. Bapak adalah guru yang sering mengajarkan tentang arti kepemimpinan. Di benaknya yang namanya pemimpin harus terus belajar. Tidak boleh berhenti. Banyak baca, cari mentor-mentor yang baik untuk saling berbagi ilmu.
   
Bapak

Seakan dari dulu Bapak Ibu ingin menyampaikan “You can do it! dan Hadapi!” ke murid-muridnya dengan berbagai cara . Serta menawarkan kemewahan berupa tantangan dan kerendah hatian untuk terus berbagi.

Selamat Hari Guru, Pak, Bu. Terima kasih selalu.



Bryansetio.

Senin, 09 November 2015

Tujuan Baik

Jika tujuannya baik dan bermanfaat buat orang lain, pasti selalu ada jalannya.
Ada beberapa pertanyaan, yang sering terlintas di pikiran. Tentang “mau ngapain setelah ini?” “mau seperti apa nantinya”

Pertanyaan yang selalu terlintas menjelang akhir dari suatu apapun. Pertanyaan yang sering terlintas saat berada di persimpangan penting dalam hidup. Penuh analisis jelas penting, tapi jika terlalu lama analisis ,terlambat pun datang. Kesempatan bisa jadi hilang. Kalau ada kesempatan kedua pun kemungkinan besar datangnya tidak semudah kesempatan pertama.

Banyak baca dan banyak teman akan sangat membantu. Buku, Koran, dan sekarang ada internet jelas-jelas menyediakan tidak hanya sekedar informasi tapi juga pengetahuan. Teman hadir sebagai mentor yang tidak selalu memberi solusi tetapi setidaknya selalu siap jadi pendengar yang baik. Dua unsur yang saling melengkapi di setiap pengambilan keputusan.


Keputusan sudah diambil. Selanjutnya tinggal memohon berkat dan kelancaran jalan. Jika prosesnya benar , tujuannya baik, dan bermanfaat buat orang lain, pasti dilancarkan. 


Bryansetio.

Selasa, 03 November 2015

Too Much Love Will Kill You



“.. Just as sure as none at all.
It'll drain the power that's in you
Make you plead and scream and crawl
And the pain will make you crazy
You're the victim of your crime
Too much love will kill you every time…”

Pernah dengar penggalan lirik ini?

Brian May gitaris band Queen, komposer Frank Musker, dan Elizabeth Lamers punya andil besar dalam terciptanya lagu ini. Ya! Too Much Love Will Kill You dibawakan Queen pada tahun 1988, dan meninggalnya sang vokalis Freddie Mercury tahun 1991 seakan bercerita mengenai lagu ini.

sumber : darksoul.wikia.com                                                      
Queen 

Entah kenapa mendengar lagu ini, di imajinasi saya ada seorang Freddie Mercury sedang bernyanyi bertelanjang dada dengan gerak tubuh enerjiknya  di atas panggung. Diiringi suara piano dan lead guitar Brian May,  permainan bass serta drum dari Deacon dan Taylor. Lengkap! Seakan ingin menyampaikan sebuah pesan tentang rasanya menjadi manusia terkenal. Menjadi manusia yang dicintai banyak manusia lain. Menjadi manusia yang dekat dengan gemerlapnya dunia.

sumber : mindtalk.com                                                        
                                                     

Ada saat di mana seseorang menjadi banyak dikenal oleh orang lain. Banyak orang yang mencintainya. Entah karena karir, pesona, atau karisma. Respon terhadap sanjungan, pujian, dan cinta yang membedakan satu dengan yang lain.

“…Too much love will kill you
If you can't make up your mind..”


Penguasaan diri akan rendah hati punya andil besar. Larut dalam asiknya sanjungan,pujian, dan cinta tidak akan menambah nilai. Pada akhirnya justu sanjungan, pujian, dan cinta itu yang akan membunuhnya perlahan.


Bryansetio