Lagi-lagi curi waktu di sela mengerjakan tugas akhir sarjana saya. Karena ini adalah Hari Guru, teringat tentang guru-guru yang pernah mengajarkan banyak hal mengesankan yang masih saya ingat sampai detik ini.
Guru itu apa sih? Guru adalah manusia yang punya tanggung jawab untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya ke orang lain. Jadi secara langsung kualitas suatu sumber daya manusia banyak dipengaruhi oleh kualitas pendidikan yang dialaminya. Dan guru jelas jadi manusia di garda depan pendidikan yang berhubungan langsung dengan murid yang diajarnya.
Apa guru itu hanya mengajarkan matematika, fisika, sosiologi? Kalau mengajarkan cara masak? Mengajarkan caraku mencintaimu? Halah.
Tentunya ada batas yang jelas di sini. Saat seseorang mengajarkan ilmu nya ke orang lain, beliau layak disebut guru. Perkara mengajarkannya secara tulus atau hanya mengejar tunjangan sertifikasi guru, bisa dilihat dari kualitas anak didiknya,kok.
Saya punya banyak kenangan yang berkesan saat berhubungan dengan guru-guru. Guru Matematika SMP saya, Pak Sarno. Sosok lugu, tinggi, yang sering saya lihat turun dari bus kota dengan baju safari-nya. Kenapa Pak Sarno berkesan? Pak Sarno adalah guru matematika kelas 3 SMP saya. Guru yang terakhir kali pernah memberi nilai 100 saat ulangan matematika. Ini sangat berkesan, karena memang bagi saya dari dulu sampai sekarang sangat jarang mendapat nilai 100. Bahkan saking jarangnya, masih ingat kapan terakhir kali nilai 100 didapat.
Oke lah, itu singkat tentang pengajaran Pak Sarno.
Guru berikutnya yang sangat berkesan adalah Bu Yanik dan Pak Bambang. Beliau-beliau ini merangkap job desk sekaligus sebagai orang tua saya. Kebetulan bapak ibu saya adalah pengajar. Ibu adalah seorang guru SMA, dan Bapak berprofesi sebagai seorang instruktur mesin. Jadi ya hobinya sharing ilmu.
Ibu dengan seragam guru-nya
Kalau bisa dibilang, Ibu adalah guru yang tidak pernah menuntut saya untuk menjadi orang yang pintar. Di lain sisi, Ibu hanya minta tolong agar putra putrinya jadi manusia yang jujur dan berguna untuk lingkungan sekitarnya. Karena memang menurut prinsip hidup beliau, someday kejujuran akan jadi salah satu skill yang "mahal". Sebab tidak banyak orang yang memilikinya.
Begitu pula dengan bapak. Bapak adalah guru yang sering mengajarkan tentang arti kepemimpinan. Di benaknya yang namanya pemimpin harus terus belajar. Tidak boleh berhenti. Banyak baca, cari mentor-mentor yang baik untuk saling berbagi ilmu.
Bapak
Seakan dari dulu Bapak Ibu ingin menyampaikan “You can do it! dan Hadapi!” ke murid-muridnya dengan berbagai cara . Serta menawarkan kemewahan berupa tantangan dan kerendah hatian untuk terus berbagi.
Selamat Hari Guru, Pak, Bu. Terima kasih selalu.
Bryansetio.

Kalo hari guru mz? itu harinya guru yang didefinisikan di tulisan ini apa enggak?
BalasHapushalo anggun.terima kasih sudah baca. Exactly mas!
BalasHapusGuru = digugu lan ditiru pengertian dlm b. Jawa
BalasHapusSuwun tin wis moco. Hehe. Sesuai tugas e yo. Selamat hari guru buat ibumu.
BalasHapusTQ My Tio..
BalasHapus