Rabu, 27 April 2016

Malamnya Jakarta

Lima hari terakhir, saya singgah di kota ini.

Sebuah kota yang tidak pernah tidur.
Sebuah kota yang tidak pernah berhenti belajar.
Sebuah kota yang tidak pernah lengang dari riuhnya kendaraan motor.
Sebuah kota yang tidak pernah sepi pendatang untuk mengadu nasib.
Sebuah kota yang dinamis.
Sebuah kota yang selalu dikutuk oleh penduduknya sendiri saat jam pulang kantor menjelang.
Sebuah kota yang rindu akan sejuknya udara pagi.
Sebuah kota yang anak kecilnya susah melihat bintang karena tertutup oleh gedung-gedung pencakar langitnya.


Sebuah kota yang hanya sementara.


Bryansetio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar