Senin, 11 April 2016

Masa Kuliah in Review

Fase ini tiba..

Fase di mana saya mendapatkan kebebasan lagi untuk melanjutkan arah hidup ke depan.

Fase yang sangat sadar akan luasnya dunia dengan segala ilmu pengetahuan di dalamnya.

Jika ditarik lima  tahun ke belakang, rasanya merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga.

Memperjuangkan kejujuran di tengah kondisi  “tidak jujur” bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk orang yang seperti saya, butuh waktu bahkan sampai 5 tahun untuk bisa  menyelesaikan pendidikan dengan jujur di tengah ketidakjujuran.

Ya..
Wisuda SMA

Lulus dari sebuah SMA di Yogyakarta, yang saat itu bagi saya merupakan sebuah instansi pendidikan yang bagus  dan sangat ideal untuk perkembangan siswa-siswanya, membentuk saya menjadi orang yang sangat idealis. Meletakkan kejujuran di atas segala-galanya.

Masih teringat saat awal masuk kuliah yang mana saya selalu menyalahkan ketidakidealan sistem pendidikan di universitas. Di mana hasil selalu menjadi tolak ukur keberhasilannya.  Di mana ketidakjujuran merupakan hal yang seakan wajar sehari-hari.

Membuat saya bertanya … “Apa sudah saatnya selesai untuk jujur?”

Dan di sini saya belajar.

Dunia nyata yang menyediakan sangat banyak godaan.

Menjadi jujur saja tidak cukup untuk survive.

Jika saja dulu memilih instansi pendidikan yang ideal (lagi) untuk kuliah, yang nyaman untuk belajar, yang dosennya murah hati dalam memberi nilai, yang mudah mendapatkan informasi layanan apapun, bisa jadi tidak akan sekuat sekarang.

Lulus kuliah dengan masih mempertahankan nilai-nilai moral yang diajarkan oleh orang tua dan sekolah-sekolah sebelumnya memiliki arti tersendiri di hati saya.

Sidang Kelulusan Sarjana 

Lulus kuliah dengan masih mempertahankan pesan Ibu untuk menjadi anak yang jujur dan berguna bagi orang-orang sekitar rasanya lebih menarik untuk dilukis pada kanvas kehidupan ini.

Ketidakidealan sistem ini lah yang membuat lebih survive, untuk semakin tertantang.

Ketidakidealan  sistem ini yang memaksa keluar dari rasa nyaman.

Ketidakidealan sistem ini yang mengajarkan berani untuk gagal dan sadar bahwa hidup tidak akan berhenti hanya karena mendapat nilai D saat kuliah.  

Ketidakidealan  sistem membuat saya semakin memaknai hidup, bahwa jujur saja tidak cukup, melainkan harus cerdik disertai kerja keras untuk membuatnya semakin elegan.

#ceilehh
#yokarepmu


Bryansetio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar