Fase ini
tiba..
Fase di mana
saya mendapatkan kebebasan lagi untuk melanjutkan arah hidup ke depan.
Fase yang
sangat sadar akan luasnya dunia dengan segala ilmu pengetahuan di dalamnya.
Jika ditarik
lima tahun ke belakang, rasanya
merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga.
Memperjuangkan
kejujuran di tengah kondisi “tidak jujur”
bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk orang yang seperti saya, butuh waktu
bahkan sampai 5 tahun untuk bisa menyelesaikan pendidikan dengan jujur di
tengah ketidakjujuran.
Ya..
Wisuda SMA
Lulus dari sebuah
SMA di Yogyakarta, yang saat itu bagi saya merupakan sebuah instansi pendidikan
yang bagus dan sangat ideal untuk
perkembangan siswa-siswanya, membentuk saya menjadi orang yang sangat idealis. Meletakkan
kejujuran di atas segala-galanya.
Masih
teringat saat awal masuk kuliah yang mana saya selalu menyalahkan ketidakidealan
sistem pendidikan di universitas. Di mana hasil selalu menjadi tolak ukur
keberhasilannya. Di mana ketidakjujuran
merupakan hal yang seakan wajar sehari-hari.
Membuat saya
bertanya … “Apa sudah saatnya selesai untuk jujur?”
Dan di sini saya
belajar.
Dunia nyata yang menyediakan sangat banyak godaan.
Menjadi
jujur saja tidak cukup untuk survive.
Jika saja dulu
memilih instansi pendidikan yang ideal (lagi) untuk kuliah, yang nyaman untuk
belajar, yang dosennya murah hati dalam memberi nilai, yang mudah mendapatkan
informasi layanan apapun, bisa jadi tidak akan sekuat sekarang.
Lulus kuliah
dengan masih mempertahankan nilai-nilai moral yang diajarkan oleh orang tua dan
sekolah-sekolah sebelumnya memiliki arti tersendiri di hati saya.
Sidang Kelulusan Sarjana
Lulus kuliah
dengan masih mempertahankan pesan Ibu untuk menjadi anak yang jujur dan berguna
bagi orang-orang sekitar rasanya lebih menarik untuk dilukis pada kanvas
kehidupan ini.
Ketidakidealan
sistem ini lah yang membuat lebih survive,
untuk semakin tertantang.
Ketidakidealan
sistem ini yang memaksa keluar dari rasa
nyaman.
Ketidakidealan
sistem ini yang mengajarkan berani untuk gagal dan sadar bahwa hidup tidak akan
berhenti hanya karena mendapat nilai D saat kuliah.
Ketidakidealan
sistem membuat saya semakin memaknai hidup,
bahwa jujur saja tidak cukup, melainkan harus cerdik disertai kerja keras untuk
membuatnya semakin elegan.
#ceilehh
#yokarepmu
Bryansetio


Tidak ada komentar:
Posting Komentar